Pernah suatu ketika datang serombolan pegebluk/sejenis wabah penyakit sekitar jam 01.00 dini hari dari arah utara desa hendak masuk kyai sareran yg kala itu selalu ngengon netro/jarang tidur melihat gerombolan tersebut dgn sigap menghadangnya...,akhirnya perang tak bisa terhindari saling adu kaluwihan alhasil gerombolàn tersebut menyerah dan di capailah kesepakatan bahwa mereka tidak akan masuk mengganggu pnduduk desa........
Beliau memiliki dampar terbuat dari kayu jati yang sampai masih tersimpan ,dampar itu memiliki kekuatan macan bumi apabila di hentakkan di lantai seakan mengunci sekitarnya diam serinu bahasa...
Di samping sebagai kyai beliau juga berdagang skedar memenuhi kbutuhan hidup....apabila malam jum'at wage biasa orang kamoung selamatan /kirim dongo sampai2 berkat dari selamatan dapat 4 karung di pikul 2 orang santri itu karena satu desa tak ada yang bisa berdo'a,sehingga kehadiran beliau seperti lentera di tengah kegelapan....